Month: February 2017

Masalalu Selalu Aktual – Buku Lama yang Enak Dibaca

In het heden ligt het verleden, in het nu wat komen zal. Dalam masa sekarang kita mendapati masa lalu, dalam masa sekarang juga kita mendapati apa yang akan datang. Historia docet! Sejarah itu memberi pelajaran kepada kita.   Kalimat di atas adalah jawaban P. Swantoro ketika ditanyai Sindhunata, “Mengapa Pak Swan menulis sejarah untuk jurnalisme Pak Swan? Dan, apa artinya sejarah bagi jurnalisme Pak Swan?“. Buku Masalalu Selalu Aktual adalah kumpulan jurnalisme sejarah P. Swantoro selama lima belas tahun untuk koran Kompas. Sebagian tulisan dalam buku ini terdapat dalam rubrik Fokus Peristiwa Pekan ini dan rubrik Fokus. Saya membeli...

Read More

Ayo, Dorong Pemkot Bandarlampung Kembangkan Smart City

Melihat beberapa kota di Indonesia yang telah menerapkan konsep smart city, saya jadi berangan-angan akankah Bandara Lampung menerapkan konsep smart city dalam waktu dekat? Siapa yang tak mendambakan memperoleh pelayanan publik yang cepat, ramah dan terpadu. Memiliki penataan kota dan lingkungan yang aman dan nyaman. Pertumbuhan ekonomi yang sehat. Membangun smart city membutuhkan energi yang cukup banyak dan tak semudah membalikkan telapak tangan. Kita membutuhkan perencanaan yang matang, pembangunan infrastruktur yang menujang, dan yang terpenting adalah dukungan (baca: mindset) masyarakat.  Tetapi kalau untuk meraih sesuatu yang lebih baik, kenapa tidak? Lalu, apa sebenarnya smart city itu? Smart City adalah...

Read More

Mbah Ma’ruf Amin dan Keluhuran yang Ia Tunjukkan

Mbah Ma’ruf Amin menunjukkan teduh wajah khas kiai Nahdlatul Ulama (NU). Ia dengan besar hati memberikan maafnya atas Basuki Tjahja Purnama atau Ahok. Padahal Ahok telah melakukan tindakan tidak santun kepada orang yang lebih tua. Padahal Ahok menyampaikan maaf melalui media massa. Mayoritas umat Islam tersinggung dan mengecam tapi tetap saja mbah Ma’ruf Amin memaafkannya. Siapa yang tak sedih melihat tokoh panutan itu diperlakukan seperti itu. Atas nama persamaan derajat di depan hukum lantas patutkah seseorang menanggalkan nilai kesopanan. Padahal, mengintimidasi dan memperolok saksi persidangan atau terdakwa tidaklah lantas mengangkat derajat penuturnya. Tetapi sebagai orangtua, mbah Ma’ruf Amin tetap...

Read More

Recent Tweets