Month: November 2017

Lagi, Ar Raihan Goes to Campus

Tahun lalu, hasil diskusi dengan teman-teman, untuk membuka wawasan anak-anak tentang kekampusan, kami menyusun program Ar Raihan Goes to Campus. Saya, Pak Fahrul (kepsek), Pak Najih dan Bu Nop (walikelas) mendampingi anak-anak berkunjung ke ITB, Unpad, UIN Syarif Hidayatullah dan Prasetya Mulya. Kunjungan ke masing-masing kampus memberi kesan yang mendalam. Khususnya, anak-anak lebih memahami proses rekrutmen mahasiswa. Terlebih lagi, di ITB dan Prasetya Mulya, kami dijamu dan berdialog di dalam ruang perkuliahan, di Unpad kami diajak tour di Fakultas Kedokteran dan merasakan aroma ‘asik’ di ruang kelas/lab praktikum. Tak hanya memahami kekampusan, saya pun melihat anak-anak yang sudah tak...

Read More

Ribut-ribut tentang Transliterasi Tulisan Arab-Latin

Para ahli bahasa Indonesia cukup bersusah payah memunculkan istilah baru untuk menggantikan istilah-istilah baru yang muncul bersamaan dengan perkembangan teknologi informasi. Tentu saja perkara ini menyusahkan karena teknologi itu terlahir dari luar negeri. Ketika kita mengimport teknologi tersebut kita sekaligus mengimpor istilah-istilah yang ada di dalamnya. Belakangan, hal ini menjadi penting. Berikut beberapa contoh kata baru Bahasa Indonesia yang sudah masuk ke dalam KBBI: gawai untuk menggantikan gadget, tetikus untuk menggantikan mouse, warganet untuk netizen, pranala untuk hyperlink, daring dan luring untuk online dan offline, swafoto untuk selfie dan lain sebagainya. Akan tetapi kata-kata baru yang sudah masuk KBBI...

Read More

Recent Tweets