Tahun lalu, hasil diskusi dengan teman-teman, untuk membuka wawasan anak-anak tentang kekampusan, kami menyusun program Ar Raihan Goes to Campus. Saya, Pak Fahrul (kepsek), Pak Najih dan Bu Nop (walikelas) mendampingi anak-anak berkunjung ke ITB, Unpad, UIN Syarif Hidayatullah dan Prasetya Mulya.

Kunjungan ke masing-masing kampus memberi kesan yang mendalam. Khususnya, anak-anak lebih memahami proses rekrutmen mahasiswa. Terlebih lagi, di ITB dan Prasetya Mulya, kami dijamu dan berdialog di dalam ruang perkuliahan, di Unpad kami diajak tour di Fakultas Kedokteran dan merasakan aroma ‘asik’ di ruang kelas/lab praktikum. Tak hanya memahami kekampusan, saya pun melihat anak-anak yang sudah tak sabar menjadi mahasiswa.

Tahun pelajaran ini saya diajak lagi untuk mendampingi anak-anak kelas 12 melaksanakan Goes to Campus. Boleh. Ada 36 siswa. Meskipun kami mengunjungi kampus yang sama tapi beda Fakultas.

Sangat disayangkan, senasib dengan tahun lalu, kami gagal masuk ke Universitas Indonesia. Terlalu mepet, katanya. Kami disarankan untuk menghubungi jauh-jauh hari, kisaran bulan September.

Beda dengan tahun lalu, sakarang kepala sekolah digantikan oleh Konselor. Hhmm, memang lebih tepat kalau konselor mendampingi anak-anak. Karena konselorlah yang akan menindaklanjuti kegiatan ini plus memberi konseling penjurusan nantinya. Saat SNMPTN dan SBMPTN konselor memang punya peran penting membantu anak-anak memilih strategi.

Mengapa Goes to Campus, toh, berbagai universitas pun mengunjungi sekolah untuk sosialisasi? Pertanyaan ini pun muncul saat pertama kali Goes to Campus disosialisasikan. Ada pro ada kontra. Tapi kami kemudian sepakat dan yakin untuk melaksanakannya. Manfaatnya lebih banyak. Dan, kami bisa melihatnya setelah kunjungan ini. Ditambah lagi, kecuali Prasetya Mulya, alumni Ar Raihan ada di sana. Jadi, ini semacam sambang sedulur. Hhmm…

Semoga ini menjadi langkah positif bagi anak-anak untuk mengarah masa depan mereka. Terimakasih untuk Yayasan yang sudah support kegiatan ini. Terimakasih untuk Manajemen Ar Raihan dan para guru pelaksana yang telah menguras energi untuk kegiatan ini. Tabik.