Author: M Farhan Syakur

Samuel Mulia – Main-Main

Coba anda bayangkan berada di dalam pesawat terbang, sedang duduk-duduk tenang menunggu waktu sampai ke tujuan, tayangan di layar di depan Anda sedang dinikmati, tiba-tiba pesawat yang awalnya tenang-tenang, tiba-tiba drop dan disusul dengan suara pesawat yang bergemuruh untuk sekian detik dan Anda mendengar jeritan penumpang lainnya. Apa rekasi yang kira-kira Anda lakukan saat itu terjadi? Problema Satu minggu yang lalu saya bersama pemimpin redaksi dan redaktur pelaksana perusahaan media kamiberada dalam situasi itu. Ketika kejadian itu berlangsung, Pemimpin redaksi saya berteriak sambil berusaha memegang sesuatu yang kokoh, meski ua tak menemukan apa pun. Redaktur pelaksana saya yang seorang...

Read More

Lagi, Ar Raihan Goes to Campus

Tahun lalu, hasil diskusi dengan teman-teman, untuk membuka wawasan anak-anak tentang kekampusan, kami menyusun program Ar Raihan Goes to Campus. Saya, Pak Fahrul (kepsek), Pak Najih dan Bu Nop (walikelas) mendampingi anak-anak berkunjung ke ITB, Unpad, UIN Syarif Hidayatullah dan Prasetya Mulya. Kunjungan ke masing-masing kampus memberi kesan yang mendalam. Khususnya, anak-anak lebih memahami proses rekrutmen mahasiswa. Terlebih lagi, di ITB dan Prasetya Mulya, kami dijamu dan berdialog di dalam ruang perkuliahan, di Unpad kami diajak tour di Fakultas Kedokteran dan merasakan aroma ‘asik’ di ruang kelas/lab praktikum. Tak hanya memahami kekampusan, saya pun melihat anak-anak yang sudah tak...

Read More

Ribut-ribut tentang Transliterasi Tulisan Arab-Latin

Para ahli bahasa Indonesia cukup bersusah payah memunculkan istilah baru untuk menggantikan istilah-istilah baru yang muncul bersamaan dengan perkembangan teknologi informasi. Tentu saja perkara ini menyusahkan karena teknologi itu terlahir dari luar negeri. Ketika kita mengimport teknologi tersebut kita sekaligus mengimpor istilah-istilah yang ada di dalamnya. Belakangan, hal ini menjadi penting. Berikut beberapa contoh kata baru Bahasa Indonesia yang sudah masuk ke dalam KBBI: gawai untuk menggantikan gadget, tetikus untuk menggantikan mouse, warganet untuk netizen, pranala untuk hyperlink, daring dan luring untuk online dan offline, swafoto untuk selfie dan lain sebagainya. Akan tetapi kata-kata baru yang sudah masuk KBBI...

Read More

Tanom dan Penjual Jamu

Tanom meninggalkan rumah. Ia mengayuh sepedahnya dengan kencang beradu cepat dengan sepeda motor. Lalu sampailah di persimpangan yang padat. Setiap hari kendaraan mengular di persipangan itu. Saat pagi, setiap pagi, kalau tak ada polisi, semua ingin jadi nomor satu. Tanom mulai mengayuh pelan. Melewati sela motor dan mobil. Semuanya berjalan lancar. Lalu tiba-tiba terdengar suara decit ban mobil. Brak!!! Sebuah motor terjungkal di sampingnya disundul mobil dari belakang. “Kampret!! Kalau ngerem kira-kira dong!” Umpat pengendara mobil sambil membanting pintu. Pengendara motor yang sama geramnya tak mau kalah. Ia bangun. Bediri tegak. Alih-alih peduli motornya yang tergeletak, ia malah menghadang pengendara mobil yang mencium ban belakang motornya. “Kalo gak bisa bawa mobil, buang aja!” Balasnya. Adu mulut pun terjadi. Yang satu menaikkan suara dibalas dengan suara yang lebih keras lagi. Mereka benar-benar sarapan pagi rupanya. Pertengkaran mereka diiringin klakson sana-sini. Sayangnya, tak banyak yang peduli karena setiap orang sedang buru-buru. Satu dua orang melihat dari kejauhan. Ada pula yang mendekat. Ada yang ingin merelai tetapi ragu. Lalu ada yang memberanikan diri berbicara tapi bukan untuk merelai. “Pak, ributnya jangan di tengah jalan. Banyak yang mau lewat.” Alih-alih ingin merelai orang-orang itu melihat Tanom yang menuntun seorang nenek ke pinggir jalan. Sama dengan dirinya, nenek itu nggowes sepedah. Di belakangnya bakul berisi jamu tradisional. Kedua orang itu masih saling menuduh dan menyalahkan. Si pengendara motor beralasan mengerem karena di depannya pun...

Read More

Perempuan yang Selalu Duduk di Dekat Jendela

Aku sering merindui mereka, orang-orang yang datang dengan aroma dan raut muka yang berbeda: canda-tawa mereka yang timbul dari kenangan diceritakan ulang; mimpi-mimpi yang dikejar dan sering hilang hanyut oleh hingar bingar. Sering kali kukulum senyum sendiri ketika mendengar bahan pembicaraan mereka yang merambat sampai ke telinga. Bukan sekali dua kali pula aku tertelan dalam kerumunan mereka ketika tidak ada lagi pelanggan yang datang. Tentu aku kenal mereka, wajah-wajah mereka, ritme kedatangan mereka, bahkan makan dan minuman yang biasa mereka pesan. Inilah kedai kami. Kedai kopi yang diwariskan oleh orang yang paling kami cintai. Kota yang disesaki manusia dengan...

Read More

Recent Tweets