Author: M Farhan Syakur

Davina Cahya yang Akrab dengan Kemarau

Davina Cahya, anakku yang lahir pada musim kemarau, akan merayakan ulangtahunnya pada musim kemarau pula. Sudah sebulan langit tak kunjungan membasahi bumi dengan berkahnya. Pohon cabe dan luncang yang baru kami tanam layu dan mati. Untung bibit kelengkeng dan mangganya masih kokoh berdiri. Pada hari kelahiran Vina, sumur rumah kami tak mampu mengaliri pipa air setelah sepuluh menit sejak dinyalakan. Suara mesin menjadi nyaring karena tak ada yang disedot. Tandon air dan bak mandi pun tak pernah terisi penuh. Untuk mandi kami harus ngirit-ngirit. Apalagi untuk mencuci popok ompolan Vina. Tidak bisa begini terus. Ukuran rumah kami hanya sejengkal....

Read More

Memetik Bahagia dari Peristiwa Biasa

Awal bulan oleh beberapa keluarga berarti budgeting pembayaran tagihan listrik, PDAM, kebersihan, belanja dapur, dan kredit ini itu. Barangkali ada yang memiliki daftar lebih banyak lagi. Dan bersyukurlah kalau daftar tagihan-tagihan itu sudah terlunasi. Termasuk ke dalam daftar orang-orang yang dikejar-kejar oleh tagihan-tagihan adalah keluarga saya. Pagi tadi petugas kebersihan lingkungan datang. Mengambil sampah yang sudah terbungkus rapi dalam kantong plastik. Pintu pagar diketuk beberapa kali. Pahamlah kami. Karena isteri sedang berhajat di kamar mandi sayalah yang menyerahkan uang tiga puluh ribu. Terimakasih ya, ucapnya. Sama-sama Pakde, jawab saya. Selesai berhajat istri saya langsung bertanya mana kembalian iuran kebersihan....

Read More

FDS, Kebijakan Muhadjir Effendy yang Tak Bijaksana

Saya belum sepenuhnya memahami apa yang diinginkan Muhadjir Effendy, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, dari full day school (FDS). Karena ia sendiri, bahkan siapapun yang berwenang, sama sekali tidak memberikan penjelasan kepada masyarakat terkait full day school. Penjelasan kepada dinas terkait barangkali memang sudah dilakukan. Buktinya, meskipun menurut pak menteri full day school ini masih pada batas himbauan tetapi sudah lebih dari 50% sekolah menerapkannya. Akan tetapi, keberadaan stakeholder (para orangtua dan masyarakat umumnya) tak mengerti apa full day school itu. Yang mereka mengerti adalah anak-anak mereka harus sekolah untuk mengangkat derajat kemanusiaan mereka. Setelah sebulan kegiatan pembelajaran tahun ini...

Read More

Hari Anak Nasional

Saya ini telmi (telat mikir) kalau tepat satu minggu yang lalu adalah Hari Anak Nasional. Waktu saya membaca beberapa unggahan di media sosial mengenai hari itu, saya menyesal tidak menulis sesuatu soal anak. Tetapi, kan, katanya, selalu ada kesempatan lain di lain waktu. Kan, katanya, juga tak ada kata terlambat. Maka di waktu yang lain, yaitu hari ini, saya mau menyuguhkan tulisan yang terinspirasi dari Hari Anak Nasional yang sudah lewat itu.   Dua dunia Saya tertarik secara emosional menulis soal anak, tetapi kemudian mandek karena bingun mau menulis soal apa. Setelah berhenti beberapa menit, saya memutuskan untuk tidak...

Read More

Pelayan E-KTP di Dukcapil Bandarlampung Lamban, Mengapa?

Saya menuliskan ini bukan untuk mengujar kebencian, tetapi sebagai kritik untuk kota yang kutinggali ini supaya lebih baik. Saya pernah bertanya-tanya, kapan Bandarlampung mampu membangun smart city. Padahal banyak komponen di pemerintahan sudah menggunakan sistem yang terkomputerisasi. Dan, sistem ini, secara teori, bisa diintegrasikan. Ketika mengurus administrasi di catatan sipil di Kota Bandarlampung, saya baru tahu kalau kota ini memiliki gedung Satu Atap. Izin usaha, pengurusan KTP, KK, dan lainnya dilayani dalam satu gedung ini. Meskipun banyak yang mesti dibenahi, saya menilai ini adalah langkap yang inovatif. Saya ke sana untuk mendapatkan hak saya sebagai warga negara, E-KTP. Semua...

Read More

Recent Tweets