Author: M Farhan Syakur

Ketika Mojok Reinkarnasi Dingkelik justru Mati Suri

Tak habis pikir kenapa mojok bisa mendapatkan tempat di hati masyarakat Indonesia. Reinkarnasinya di awal Ramadan kemarin membuat banyak orang bahagia. Sedekah mojok untuk anak bangsa. Barangkali makhluk yang paling tidak suka dengan mojok adalah para politisi kenthir yang sering dijadikan parodi oleh para kontributornya. Saya tidak mencintai mojok, hanya suka. Ya sekedar suka. Bahkan tidak setiap hari membacanya. Tetapi kalau dihitung-hitung, saya lebih sering membaca mojok dari pada media mainstream di negara Indonesia ini. Sayangnya, mojok tidak banyak memuat tulisan tentang Raisa dan Isyana. Saya maklum karena mojok bukan media penggosip intertainment. Sebelum ada mojok, untuk mencerdaskan diri...

Read More

Lain di Hati Lain Pula di Bibir

Usai menghabiskan malam bersama kekasihnya kawan saya mampir ke rumah kontrakan. Wajahnya sedikit lusuh, kehabisan tenaga seperti usai bertempur, dan nafasnya kembang kempis menahas galau di hatinya. Setelah meneguk segelas air yang ia ambil sendiri dari dispenser, mulailah ia mengeluh. “Kok pacar saya seperti gak percaya kalau saya mencintainya ya?” Hmm, saya membatin kalau-kalau kawan saya ini baru rehat dari pertempuran. Biarlah dia bercerita sendiri tanpa saya pancing-pancing, makanya saya jawab begini saja: Kalau begitu tinggal bilang kalau kamu mencintainya. “Perhatian saya selama ini apa masih kurang cukup untuk menunjukkan kalau saya mencintainya?” O, rupanya ini masalah ungkapan. Bukan...

Read More

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Saat BBQ

Di titik sangat lelah, di penghujung kegiatan pembelajaran, saya menanyakan sesuatu kepada anak-anak. Pertanyaan yang cenderung pada kegeraman. “Apa yang salah dengan kelas kita? Sudah dua tahun kita belajar ngaji tapi kenapa masih begini?” Anak-anak terdiam. Yang cekikikan sontak langsung tutup mulut. Ada alarm keras terdengar di telinga mereka. Waspada. Jika tidak sebentar lagi kegeraman ini akan menjadi-jadi. “Kesalahan itu bisa jadi terletak pada diri saya dan tidak menutup kemungkinan juga pada diri kalian. Kita cari tahu lalu kita perbaiki.” Lalu berlanjut ke frase-frase dan kalimat-kalimat. Anak-anak tetap diam. Barangkali mendengarkan tetapi hanya berlalu saja. Di penghujung, saya meminta...

Read More

Kas 2: Musibah

Ketika dimabuk kepayang oleh cinta, Kasturi merayu Lastri betapa nama mereka sangat berdekatan. Aku membaca sebagai petanda, begitu kata Kastrui. Seperti kebanyakan perempuan yang tengah mabuk kepayang, setiap ucapan kekasihnya adalah puisi. Lastri tersipu sambil menangkis sedikit kejanggalan yang terbesit di sanubarinya. Lalu mereka menikah. Pada awalnya Kasturi tinggal serumah dengan mertuanya. Sebagai laki-laki ia merasa malu. Sudah berulangkali ia meminta izin untuk pisah rumah meskipun mengontrak rumah. Tapi mertuanya terus-terusan melarang. Lastrilah yang kemudian meyakinkan bapaknya. “Bapak tidak usah lagi mengkhawatirkan Lastri. Sekarang sudah ada mas Kas. Lastri pasti baik-baik saja. Kami akan cari rumah kontrakan dekat-dekat sini...

Read More

Memahami Alquran

Al-Quran yang secara harfiah berarti “bacaan sempurna” merupakan suatu nama pilihan Allah yang sungguh tepat, karena tiada satu bacaan pun sejak manusia mengenal tulis baca lima ribu tahun yang lalu yang dapat menandingi Al-Quran Al-Karim, bacaan sempurna lagi mulia itu. Tiada bacaan semacam Al-Quran yang dibaca oleh ratusan juta orang yang tidak mengerti artinya dan atau tidak dapat menulis dengan aksaranya. Bahkan dihafal huruf demi huruf oleh orang dewasa, remaja, dan anak-anak. Tiada bacaan melebihi Al-Quran dalam perhatian yang diperolehnya, bukan saja sejarahnya secara umum, tetapi ayat demi ayat, baik dari segi masa, musim, dan saat turunnya, sampai kepada...

Read More

Archives

Recent Tweets