Category: Humaniora

Pelayan E-KTP di Dukcapil Bandarlampung Lamban, Mengapa?

Saya menuliskan ini bukan untuk mengujar kebencian, tetapi sebagai kritik untuk kota yang kutinggali ini supaya lebih baik. Saya pernah bertanya-tanya, kapan Bandarlampung mampu membangun smart city. Padahal banyak komponen di pemerintahan sudah menggunakan sistem yang terkomputerisasi. Dan, sistem ini, secara teori, bisa diintegrasikan. Ketika mengurus administrasi di catatan sipil di Kota Bandarlampung, saya baru tahu kalau kota ini memiliki gedung Satu Atap. Izin usaha, pengurusan KTP, KK, dan lainnya dilayani dalam satu gedung ini. Meskipun banyak yang mesti dibenahi, saya menilai ini adalah langkap yang inovatif. Saya ke sana untuk mendapatkan hak saya sebagai warga negara, E-KTP. Semua...

Read More

Ketika Mojok Reinkarnasi Dingkelik justru Mati Suri

Tak habis pikir kenapa mojok bisa mendapatkan tempat di hati masyarakat Indonesia. Reinkarnasinya di awal Ramadan kemarin membuat banyak orang bahagia. Sedekah mojok untuk anak bangsa. Barangkali makhluk yang paling tidak suka dengan mojok adalah para politisi kenthir yang sering dijadikan parodi oleh para kontributornya. Saya tidak mencintai mojok, hanya suka. Ya sekedar suka. Bahkan tidak setiap hari membacanya. Tetapi kalau dihitung-hitung, saya lebih sering membaca mojok dari pada media mainstream di negara Indonesia ini. Sayangnya, mojok tidak banyak memuat tulisan tentang Raisa dan Isyana. Saya maklum karena mojok bukan media penggosip intertainment. Sebelum ada mojok, untuk mencerdaskan diri...

Read More

Kabin Sempit Tempat Ia Mencari Nafkah

Keluar dari mal antrian motor mengular di pintu portal keluar parkir. Saya ada di deratan belakang. Masih ada antrian lagi. Terdengar beberapa orang ngedumel kenapa antiran lama banget, dah malem, dah pingin pulang. Macam-macam saja. Untung gak ada yang mencet-mencet klakson kayak di perempatan lampu merah. Di ujung sana, pintu portal naik turun menuruti perintah seorang perempuan yang dikurung di dalam kabin ukuran satu kali dua meter. Sambil menunggu antrian mataku menyisir dari ventilasi kabin sampai ke mesin generator raksasa yang tak jauh dari parkiran. Saya berdecak. Tak ada pengatur suhu yang masuk ke kabin itu kecuali kipas angin...

Read More

Ayo, Dorong Pemkot Bandarlampung Kembangkan Smart City

Melihat beberapa kota di Indonesia yang telah menerapkan konsep smart city, saya jadi berangan-angan akankah Bandara Lampung menerapkan konsep smart city dalam waktu dekat? Siapa yang tak mendambakan memperoleh pelayanan publik yang cepat, ramah dan terpadu. Memiliki penataan kota dan lingkungan yang aman dan nyaman. Pertumbuhan ekonomi yang sehat. Membangun smart city membutuhkan energi yang cukup banyak dan tak semudah membalikkan telapak tangan. Kita membutuhkan perencanaan yang matang, pembangunan infrastruktur yang menujang, dan yang terpenting adalah dukungan (baca: mindset) masyarakat.  Tetapi kalau untuk meraih sesuatu yang lebih baik, kenapa tidak? Lalu, apa sebenarnya smart city itu? Smart City adalah...

Read More

Mbah Ma’ruf Amin dan Keluhuran yang Ia Tunjukkan

Mbah Ma’ruf Amin menunjukkan teduh wajah khas kiai Nahdlatul Ulama (NU). Ia dengan besar hati memberikan maafnya atas Basuki Tjahja Purnama atau Ahok. Padahal Ahok telah melakukan tindakan tidak santun kepada orang yang lebih tua. Padahal Ahok menyampaikan maaf melalui media massa. Mayoritas umat Islam tersinggung dan mengecam tapi tetap saja mbah Ma’ruf Amin memaafkannya. Siapa yang tak sedih melihat tokoh panutan itu diperlakukan seperti itu. Atas nama persamaan derajat di depan hukum lantas patutkah seseorang menanggalkan nilai kesopanan. Padahal, mengintimidasi dan memperolok saksi persidangan atau terdakwa tidaklah lantas mengangkat derajat penuturnya. Tetapi sebagai orangtua, mbah Ma’ruf Amin tetap...

Read More

Mengenal Kepemimpinan Berdasarkan Kata Ro a sa dan Imam

Kita pernah disinggung oleh Kanjeng Nabi bahwa masing-masing diri kita adalah pemimpin. Kadangkala kita menjadi pemimpin bagi diri sendiri. Artinya kepemimpinan kita tidak bersinggungan dengan orang lain. Seperti mengurusi sawah dan ladang, mengurusi kamar sendiri, men-tashorruf-kan kendaraan yang dimiliki dan lain sebagainya.  Kadang kala juga kita menjadi pemimpin yang justru seharian penuh mengurusi kepentingan orang lain sampai-sampai lupa dengan urusan pribadi. Yang ini tidak perlu saya berikan contoh. Bagaimanapun kita memperankan kepemimpinan kita saat ini, kelak kita akan dimintai pertanggungjawabannya. Kalau setiap orang mengajukan gugatan atas kepemimpinan orang lain, misalnya kepada kepala desa, betapa panjang dan lama proses itu...

Read More

Piknik untuk Menikmati Perjalanan Pulang

Saya masih berkeyakinan bahwa perjalanan adalah “penyingkap”. Orang yang melakukan perjalanan adalah orang menjalani penyingkapan. Disana ia akan menemukan berbagai pengalaman. Suatu pengalaman spiritual dan emosional yang takkan ditemui kalau ia mendekur dalam rumah. Pertemuan-pertemuan tak terduga yang akan menjawab pertanyaan. Bahkan sampai menemukan pertanyaan-pertanyaan atas apa yang selama ini menjadi keyakinan. Begitulah saya. Bagaiaman dengan kamu? Tentu saja kamu boleh percaya, boleh juga tidak. Beberapa waktu lalu saya pergi mengantar istri ke Jawa Timur. Sekalian saya mengambil kesempatan untuk mencoba naik kereta Krakatau, Merak – Kertosono. Setelah tiket kereta tak lagi seharga 49 ribu rupiah, inilah pertama kali...

Read More
  • 1
  • 2

Recent Tweets