Category: Artikel

Mbah Ma’ruf Amin dan Keluhuran yang Ia Tunjukkan

Mbah Ma’ruf Amin menunjukkan teduh wajah khas kiai Nahdlatul Ulama (NU). Ia dengan besar hati memberikan maafnya atas Basuki Tjahja Purnama atau Ahok. Padahal Ahok telah melakukan tindakan tidak santun kepada orang yang lebih tua. Padahal Ahok menyampaikan maaf melalui media massa. Mayoritas umat Islam tersinggung dan mengecam tapi tetap saja mbah Ma’ruf Amin memaafkannya. Siapa yang tak sedih melihat tokoh panutan itu diperlakukan seperti itu. Atas nama persamaan derajat di depan hukum lantas patutkah seseorang menanggalkan nilai kesopanan. Padahal, mengintimidasi dan memperolok saksi persidangan atau terdakwa tidaklah lantas mengangkat derajat penuturnya. Tetapi sebagai orangtua, mbah Ma’ruf Amin tetap...

Read More

Langkah Pertama adalah Langkah Emas

Seburuk apapun hasil dari pijakan pertama, ia tetaplah yang terbaik, karena pijakan-pijakan selanjutnya—anggaplah anak tangga—tidak akan pernah terwujud tanpa ada pijakan yang pertama tadi. Belajar dari hasil buruk sebelumnya—dengan tetap mempertahankan yang baik—maka pada langkah-langkah selanjutnya selalu akan memperoleh keberhasilan yang gemilang. Pada saat itulah, karena dibutakan oleh keberhasilan saat ini, sejarah masa lalu kerap menjadi angin lalu. Terlupakan seperti itu memang kerap terjadi, dan seolah-olah menjadi hal yang lumrah. Kegemilangan yang ada di depan mata semakin menutupi masa lalu dengan bayang-bayangnya sendiri. Untuk mengingat kembali masa lalu yang “gemilang” dulu maka harus ada tragedi, yakni keterpurukan. Manusia selalu...

Read More

Mengenal Kepemimpinan Berdasarkan Kata Ro a sa dan Imam

Kita pernah disinggung oleh Kanjeng Nabi bahwa masing-masing diri kita adalah pemimpin. Kadangkala kita menjadi pemimpin bagi diri sendiri. Artinya kepemimpinan kita tidak bersinggungan dengan orang lain. Seperti mengurusi sawah dan ladang, mengurusi kamar sendiri, men-tashorruf-kan kendaraan yang dimiliki dan lain sebagainya.  Kadang kala juga kita menjadi pemimpin yang justru seharian penuh mengurusi kepentingan orang lain sampai-sampai lupa dengan urusan pribadi. Yang ini tidak perlu saya berikan contoh. Bagaimanapun kita memperankan kepemimpinan kita saat ini, kelak kita akan dimintai pertanggungjawabannya. Kalau setiap orang mengajukan gugatan atas kepemimpinan orang lain, misalnya kepada kepala desa, betapa panjang dan lama proses itu...

Read More

Ajari Anak untuk tidak Mengejek Orang Lain

Kebencian, kalau terus-menerus dirawat maka ia menjadi kedengkian. Dengki, kalau tak segera dipadamkan maka ia akan menjadi api. Dan pendekilah yang menjadi kayu bakarnya. Kebencian terkadang bermula dari rasa bangga diri atau perasaan diri lebih sempurna dari orang lain. Lupa bahwa setiap orang memiliki keunggulan. Dalam pepatah arab disebutkan begini: لا تحتقر من دونك فـإن لكل شخص مـزية “Jangan sekali-kali kamu menghina orang salain kamu karena sesungguhnya setiap orang memiliki keutamaan (keunggulan)” Kita sudah sering mendengar nasehat tersebut. Di pengajian-pengajian, khatbah Jum’at, sharing di grup WA, atau broadcast BBM. Kebencian sangat berpotensi menimbulkan kebiasaan menghina dan ghibah. Apa yang...

Read More

Maulid Nabi dan Ekspresi Massal Kecintaan Kepada Rasulullah

Memperingati maulid nabi adalah bentuk ekspresi kecintaan secara massal kepada junjungan tercinta, Rasulullah Saw. Tidak sedikit yang mengatakan bahwa peringata seperti ini adalah bid’ah. Bahkan ada yang tega menanyakan dalilnya. Maka saya katakan kepada mereka: Ya, ini memang bid’ah. Terus kenapa? Pemaknaan saya atas kata bid’ah adalah kreatifitas. Acara memperingati kelahiran nabi tercinta yang dipenuhi dengan bacaan shalawat, senandung syair yang romantis dan menggetarkan hati, cerita-cerita tentang Rasulullah yang menyentuh, adalah bentuk kreatifitas yang sangat agung dalam rangka mengekspresikan cinta pada Rasulullah. Seperti dalam Hari Guru, kita memanfaatkan momentum ini untuk mengenang guru-guru kita yang sangat banyak jasanya membentuk...

Read More

Piknik untuk Menikmati Perjalanan Pulang

Saya masih berkeyakinan bahwa perjalanan adalah “penyingkap”. Orang yang melakukan perjalanan adalah orang menjalani penyingkapan. Disana ia akan menemukan berbagai pengalaman. Suatu pengalaman spiritual dan emosional yang takkan ditemui kalau ia mendekur dalam rumah. Pertemuan-pertemuan tak terduga yang akan menjawab pertanyaan. Bahkan sampai menemukan pertanyaan-pertanyaan atas apa yang selama ini menjadi keyakinan. Begitulah saya. Bagaiaman dengan kamu? Tentu saja kamu boleh percaya, boleh juga tidak. Beberapa waktu lalu saya pergi mengantar istri ke Jawa Timur. Sekalian saya mengambil kesempatan untuk mencoba naik kereta Krakatau, Merak – Kertosono. Setelah tiket kereta tak lagi seharga 49 ribu rupiah, inilah pertama kali...

Read More

Rumah

Pertikaian berkepanjangan di negeri seribu nabi itu tidak lain adalah masalah tanah. Berita tentang ribuan linang air mata yang menghantarkan genting dan atas seng roboh juga perihal tanah. Drama kekanakan tentang reklamasi itu juga jelas nyata tentang tanah. Tanah yang nantinya akan ditanami rumah-rumah adalah investasi yang tak ternilai. Harganya tidak pernah surut. Bisa menjual tanah belum tentu bisa membeli tanah dengan ukuran yang serupa. Tetapi orang-orang tidak akan pernah surut untuk mencarinya. Semenjak Qasidaria melantunkan lagu “Tahun Dua Ribu” sampai sekarang bisnis properti ini tidak menunjukkan tanda-tanda surut. Justru semakin banyak sawah-sawah yang dijarah, hutan-hutan yang dirobohkan, hanya...

Read More

Recent Tweets