Category: Artikel

Masjid Harus Lebih Bagus dari Rumah Kita

Ada gairah pertumbuhan pembangunan yang tidak biasa di jalur yang saya lalui ini bersamaan dengan gairah spiritualisme yang tumbuh subur. Saya katakan demikian karena belum satu jam kendaraan dipacu, saya menemui bebeapa pembangunan masjid di sisi kanan-kiri jalan raya. Sepintas barangkali kita akan mengira bahwa pemerintah daerah setempat sedang mencanangkan program satu desa satu masjid, tetapi masalahnya belum satu desa dilewati saya sudah melewati beberapa pembangunan masjid. Allah tidak membutuhkan masjid tetapi kitalah para makhluk-Nya yang sangat membutuhkan masjid. Meskipun sudah dijelaskan di manapun berada di sanalah tempat sujud untuk-Nya para pemuja-Nya tak pernah berhenti membangun masjid. Masjid menjadi...

Read More

Tantangan Pondok Pesantren Menjawab Kebutuhan Masyarakat

Sekolah dan pesantren adalah sekeping mata uang dalam pendidikan di Indonesia. Sekilas ia tampak bersebrangan tetapi ia menyatu tidak terpisahkan. Baik sekolah maupun pesantren, keduanya memiliki tanggungjawab yang sama besar dalam mendidik bangsa Indonesia menjadi insan kamil. Tetapi, baik sekolah maupun pesantren, keduanya memiliki metodologi pembelajaran yang berbeda sehingga kalau keduanya dipaksakan untuk disatukan maka hasilnya justru tidak maksimal. Sekolah dan pesantren bisa sangat bersinergi dalam menjalankan roda pembelajaran. Di sekolah belajar ilmu-ilmu duniawi dan di pesantren belajar ilmu-ilmu ukhrowi. Hingga pada akhirnya sampai pada titik bahwa tidak ada istrilah ilmu dunia dan akhirat karena ilmu itu memancar dari...

Read More

Kesabaran Adalah Kunci Keberhasilan Menjadi Seorang Guru

Mendidik membutuhkan kesabaran yang tinggi. Begitu pula untuk menjadi orang yang terdidik. Sudah banyak metode pembelajaran ditemukan, dipaparkan, dan diseminarkan. Datanglah ke toko buku terdekat dan tengoklah etalase bagian pendidikan. Puluhan buku dengan berbagai judul yang membahas teori pendidikan termutakhir bertebaran di sana. Banyak kan? Mengajar tidaklah cukup dengan modal tekad. Seorang pendidik semestinya memiliki kemampuan yang optima di luar tujuan pragmatis sebagai manusia. Ia juga semestinya mampu menjadi pembimbing yang baik bagi para muridnya. Seorang guru memiliki kemampuan pedagogik yang baik, profesional dalam menjalankan profesinya, dan memiliki hubungan yang baik dengan rekan sejawat. Selain itu juga memiliki ‘inner...

Read More

Kebun Binatang bukan Rumah Pesakitan bagi Aneka Satwa

Ketika duduk di bangku sekolah dasar, cerita tentang kebun binatang adalah oase pengetahuan tentang satwa yang tak mungkin saya temui di kampung halaman. Saya tak pernah peduli tentang apakah bacaan di pelajaran bahasa Indonesia waktu itu adalah fiktif atau fakta. Namun yang jelas terbayang di benak saya adalah mengunjungi kebun binatang merupakan rekreasi yang menyenangkan. Bagi saya kebun binatang adalah surga bagi para penghuninya. Semacam rumah rehabilitasi bagi orang ketergantungan obat, bukan penjaga bagi para pesakitan. Dan saya masih meyakini itu sampai akhirnya saya mengunjungi wahana kebun binatang Bumi Kedaton, Bandarlampung. Belajar menjadi seorang ayah maka pada suatu Minggu...

Read More

Saat Saya, pada Akhirnya, Menjadi Guru Ngaji

Saya mengajar di salah satu sekolah Islam di Bandarlampung. Di sana, seluruh warga sekolah diharuskan mampu membaca Alqurán. Dan sejujurnya, menjadi aturan sekolah maupun tidak mampu membaca Alqurán adalah kewajiban setiap muslim. Sekolah kami memiliki intensitas yang tinggi untuk mendidik anak-anak mampu membaca Alqurán. Berbagai strategi pembelajaran Alquran dilakukan. Bahkan sampai pengintegrasian Alqurán terhadap mata pelajaran lainnya. Singkatnya, setiap guru di sekolah kami—insya Allah—dapat membaca Alqurán. Singkatnya, saya kemudian ditunjuk untuk menjadi salah satu pengajarnya. Maka, mulai tahun ini saya mengajar—sekaligus membimbing—anak-anak dalam membaca Alqurán. Kepada mereka: jangan panggil saya ‘ustadz’. Dua hari pertama, saya melakukan orientasi. Saya bingung...

Read More

Menulis Adalah Pendakian

Setelah lama beristirahat akhirnya saya putuskan untuk kembali berangkat mendaki gunung itu. Saya yakin pasti akan ada rintangan lagi dan juga resiko. Tapi bukankah setiap pilihan selalu disertai resiko. Bukannya menantang resiko, tapi sekedar menyadarkan diri kalau resiko itu pasti ada. Ada banyak resiko yang akan dihadapi oleh pendaki gunung. Mungkin tergelincir atau tersesat lalu dehidrasi dan mati. Tetapi sebenarnya tidak usah takut dengan kehabisan bekal karena alam sudah menyediakan semuanya. Kalau kehabisan bekal silahkan petik buah atau berburu. Makan rumput juga boleh. Dan kalau saja tersesat, bersyukurlah karena kau baru saja menemukan daerah baru. Jadi kalau benar-benar tersesat,...

Read More

Recent Tweets