Saat Saya, pada Akhirnya, Menjadi Guru Ngaji

Saya mengajar di salah satu sekolah Islam di Bandarlampung. Di sana, seluruh warga sekolah diharuskan mampu membaca Alqurán. Dan sejujurnya, menjadi aturan sekolah maupun tidak mampu membaca Alqurán adalah kewajiban setiap muslim. Sekolah kami memiliki intensitas yang tinggi untuk mendidik anak-anak mampu membaca Alqurán. Berbagai strategi pembelajaran Alquran dilakukan. Bahkan sampai pengintegrasian Alqurán terhadap mata pelajaran lainnya. Singkatnya, setiap guru di sekolah kami—insya Allah—dapat membaca Alqurán. Singkatnya, saya kemudian ditunjuk untuk menjadi salah satu pengajarnya. Maka, mulai tahun ini saya mengajar—sekaligus membimbing—anak-anak dalam membaca Alqurán. Kepada mereka: jangan panggil saya ‘ustadz’. Dua hari pertama, saya melakukan orientasi. Saya bingung...

Read More