Category: Jalan Setapak

Jangan Sia-siakan Potensi Wisata Waduk Batutegi

Berekreasilah di masa lebaranmu sebelum habis masa liburanmu. Atas nasihat itu saya bersama istri memutuskan untuk berkunjung ke tempat asik yang tak jauh dari kampung halaman. Maka terpilihlah bendungan Batutegi yang terletak di Air Naningan, Tanggamus, untuk dikunjungi. Dalam hati agak bimbang mau pergi ke sana. Teringat dua tahun lalu saat saya menemani beberapa teman berwisata ke bendungan tersebut. Area yang kurang kondusif, tidak bersih, dan panas membuat hati gamang. Tetapi istri saya sudah terlanjur ngebet. Barangkali karena Batutegi didaulat sebagai bendungan terbesar di Indonesia bahkan di Asia Tenggara. Saya memilih pergi setelah salat Dhuhur. Kisaran pukul 14.30 Wib....

Read More

Ngliping Koran bukan Pekerjaan yang Keren

Kisaran sepuluh tahun dari tahun 2013, saya gemar menggkliping koran. Menikmati semacam kesendirian untuk bergelut dengan koran, gunting, dan lem. Paling senang ketika berkunjung ke rumah teman yang berlangganan koran. Saya cari edisi hari Minggu sekedar untuk membaca rubrik cerpen atau sastra. Syukur-syukur boleh diminta. Saya tidak berlangganan koran. Saya hanya membeli koran di hari Minggu. Kompas, Republika, tempo atau Jawapos. Tetapi paling sering membeli Kompas. Lalu di tengah perjalanan hanya membeli Kompas karena penyesuaian anggaran sebagai mahasiswa. Sayangnya, saya pernah kehilangan beberapa tumpukan koran. Hmmm, akibat beberapa kali pindah rumah kontrakan. Setelah pulang kampung, koran-koran itu pun ikut...

Read More

Hal-hal yang Terlewatkan di Bulan Juni

Saat direnungi lebih dalam banyak sekali yang saya sesali bulan ini. Peristiwa demi peristiwa berlalu begitu saja. Lepas dari perhatian. Tak banyak yang terekam dalam tulisan apalagi ingatan. Padahal akhir bulan lalu, saat melihat poster tantang #menulisrandom, terasa besar sekali tekad untuk mengalahkan tantangan menulis itu. Nyatanya, sampai tulisan ini selesai, belum satu tulisan pun saya posting di blog. Tiba-tiba semua mandeg begitu saja. Alasan utama, cari-cari alasan ni ya, tidak lain dan tidak bukan adalah kesibukan pekerjaan. Akhir tahun pelajaran sekolah seperti sekarang ini memang banyak sekali tenaga dikuras untuk tutup buku sekaligus mempersiapkan buka buku di awal...

Read More

Jalan-jalan ke Reruntuhan Kota Ephesus

Saya membayangkan pakaian ala-ala Yunani Kuno. Putih, diikat pincuk di pundak, bawahan yang lebih mirip rok atau selendang yang diselempangkan begitu saja. Lalu menyisir tempat-tempat dari pelabuhan hingga ke jantung kota Ephesos. Lalu masuk ke gedung “theater 21” menonton pertarungan gladiator atau sekedar menikmati orkestra. Kesan itulah yang muncul saat kami menapaki reruntuhan kota Ephesus ini. Gambaran yang muncul bersamaan dengan penjelasan pemadu tur yang nyerocos pake bahasa Inggris. Juga film-film kolosal dan klasik berlatar belakang Yunani. Terus, kalau mereka berpakaian seperti yang saya bayangkan apa gak dingin ya? Reruntuhan Kota Ephesus Kota Tua Ephesus (Efes dalam bahasa Turki)...

Read More

Mengecap Keindahan Kota Pergamon dan Kusadasi

Kusadasi adalah persinggahan kami selanjutnya setelah malam melahap kami dalam nyenyak. Perjalanan menuju Kusadasi cukup lama, sekitar tujuh jam. Setara perjalanan Jogja-Kediri. Tentu saja kami beristirahat di beberapa pemberhentian. Dan pemberhentian pertama kami adalah sebuah kedai shop yang menjajakan minyak zaitun di Pergamon.   Keindahan Kota Pergamon Selama perjalanan dari Canakkale menuju Pergamon ada suguhan pemandangan alam yang berbeda dari alam Indonesia. Tapi skenarinya tidak mengalahkan skenari Indonesia. Yang membedakan adalah perkebunan zaitun di sepanjang jalan. Memang, Pergamon adalah pemasok minyak zaitun terbaik di Turki. Dan kita tahu manfaat minyak zaitun bagi kecantikan dan kesehatan. Ada kategori kualitas minyak...

Read More

Bertandang ke Troy Ancient City

Selain sejarah kejayaan Islam yang pernah tertoreh, saya mengenal Turki karena sepakbolanya, Galatasaray. Pun, saya bukan bukan penggemar Galatasaray. Dan sejujurnya keduanya bukanlah magnet besar yang menarik saya untuk datang kemari. Tapi nasib berbicara lain karena pada akhirnya menginjakkan kaki di tanah persimpangan Asia dan Eropa ini. Naifnya, ini yang kedua kalinya. Tiga bulan lalu, di awal Desember, minibus putih menyelamatkan kami dari dingin di depan Bandara Attaturk. Manusia beriklim tropis seperti saya terlalu percaya diri menginjakkan kaki di Istanbul hanya dengan bersandal jepit dan jaket. Tapi untuk kali ini saya benar-benar well-prepare, semua dipersiapkan dengan baik, kecuali uang...

Read More

Romantisme di Pasar Madu dan Kota Tua, Jeddah

Kami sampai di Hotel Azhar, tidak jauh dari Masjid Qisos. FYI: dinamai masjid Qisos karena di masjid ini hukuman mati (dengan cara dipenggal) ditunaikan. Di hotel ini tubuh kami diistirahatkan dan masjid ini jasad mereka diperistirahatkan. Saya tidak cukup punya nyali untuk mendatangi masjid itu. Selain takut kena sambet para arwah, saya punya tujuan lain: Pasar Madu dan Kota Tua.   Pasar Madu Dari namanya kita dapat menerka barang apa yang dijajakan di sana. Madu. Ya, benar sekali. Pasar Madu menyediakan berbagai jenis madu, mulai dari kualitas yang rendah sampai kualitas tinggi. Kebanyakan madu yang dijual di sini didatangkan...

Read More
  • 1
  • 2

Archives

Recent Tweets