Category: Jalan Setapak

Davina Cahya yang Akrab dengan Kemarau

Davina Cahya, anakku yang lahir pada musim kemarau, akan merayakan ulangtahunnya pada musim kemarau pula. Sudah sebulan langit tak kunjungan membasahi bumi dengan berkahnya. Pohon cabe dan luncang yang baru kami tanam layu dan mati. Untung bibit kelengkeng dan mangganya masih kokoh berdiri. Pada hari kelahiran Vina, sumur rumah kami tak mampu mengaliri pipa air setelah sepuluh menit sejak dinyalakan. Suara mesin menjadi nyaring karena tak ada yang disedot. Tandon air dan bak mandi pun tak pernah terisi penuh. Untuk mandi kami harus ngirit-ngirit. Apalagi untuk mencuci popok ompolan Vina. Tidak bisa begini terus. Ukuran rumah kami hanya sejengkal....

Read More

Memetik Bahagia dari Peristiwa Biasa

Awal bulan oleh beberapa keluarga berarti budgeting pembayaran tagihan listrik, PDAM, kebersihan, belanja dapur, dan kredit ini itu. Barangkali ada yang memiliki daftar lebih banyak lagi. Dan bersyukurlah kalau daftar tagihan-tagihan itu sudah terlunasi. Termasuk ke dalam daftar orang-orang yang dikejar-kejar oleh tagihan-tagihan adalah keluarga saya. Pagi tadi petugas kebersihan lingkungan datang. Mengambil sampah yang sudah terbungkus rapi dalam kantong plastik. Pintu pagar diketuk beberapa kali. Pahamlah kami. Karena isteri sedang berhajat di kamar mandi sayalah yang menyerahkan uang tiga puluh ribu. Terimakasih ya, ucapnya. Sama-sama Pakde, jawab saya. Selesai berhajat istri saya langsung bertanya mana kembalian iuran kebersihan....

Read More

Jangan Sia-siakan Potensi Wisata Waduk Batutegi

Berekreasilah di masa lebaranmu sebelum habis masa liburanmu. Atas nasihat itu saya bersama istri memutuskan untuk berkunjung ke tempat asik yang tak jauh dari kampung halaman. Maka terpilihlah bendungan Batutegi yang terletak di Air Naningan, Tanggamus, untuk dikunjungi. Dalam hati agak bimbang mau pergi ke sana. Teringat dua tahun lalu saat saya menemani beberapa teman berwisata ke bendungan tersebut. Area yang kurang kondusif, tidak bersih, dan panas membuat hati gamang. Tetapi istri saya sudah terlanjur ngebet. Barangkali karena Batutegi didaulat sebagai bendungan terbesar di Indonesia bahkan di Asia Tenggara. Saya memilih pergi setelah salat Dhuhur. Kisaran pukul 14.30 Wib....

Read More

Ngliping Koran bukan Pekerjaan yang Keren

Kisaran sepuluh tahun dari tahun 2013, saya gemar menggkliping koran. Menikmati semacam kesendirian untuk bergelut dengan koran, gunting, dan lem. Paling senang ketika berkunjung ke rumah teman yang berlangganan koran. Saya cari edisi hari Minggu sekedar untuk membaca rubrik cerpen atau sastra. Syukur-syukur boleh diminta. Saya tidak berlangganan koran. Saya hanya membeli koran di hari Minggu. Kompas, Republika, tempo atau Jawapos. Tetapi paling sering membeli Kompas. Lalu di tengah perjalanan hanya membeli Kompas karena penyesuaian anggaran sebagai mahasiswa. Sayangnya, saya pernah kehilangan beberapa tumpukan koran. Hmmm, akibat beberapa kali pindah rumah kontrakan. Setelah pulang kampung, koran-koran itu pun ikut...

Read More

Hal-hal yang Terlewatkan di Bulan Juni

Saat direnungi lebih dalam banyak sekali yang saya sesali bulan ini. Peristiwa demi peristiwa berlalu begitu saja. Lepas dari perhatian. Tak banyak yang terekam dalam tulisan apalagi ingatan. Padahal akhir bulan lalu, saat melihat poster tantang #menulisrandom, terasa besar sekali tekad untuk mengalahkan tantangan menulis itu. Nyatanya, sampai tulisan ini selesai, belum satu tulisan pun saya posting di blog. Tiba-tiba semua mandeg begitu saja. Alasan utama, cari-cari alasan ni ya, tidak lain dan tidak bukan adalah kesibukan pekerjaan. Akhir tahun pelajaran sekolah seperti sekarang ini memang banyak sekali tenaga dikuras untuk tutup buku sekaligus mempersiapkan buka buku di awal...

Read More

Jalan-jalan ke Reruntuhan Kota Ephesus

Saya membayangkan pakaian ala-ala Yunani Kuno. Putih, diikat pincuk di pundak, bawahan yang lebih mirip rok atau selendang yang diselempangkan begitu saja. Lalu menyisir tempat-tempat dari pelabuhan hingga ke jantung kota Ephesos. Lalu masuk ke gedung “theater 21” menonton pertarungan gladiator atau sekedar menikmati orkestra. Kesan itulah yang muncul saat kami menapaki reruntuhan kota Ephesus ini. Gambaran yang muncul bersamaan dengan penjelasan pemadu tur yang nyerocos pake bahasa Inggris. Juga film-film kolosal dan klasik berlatar belakang Yunani. Terus, kalau mereka berpakaian seperti yang saya bayangkan apa gak dingin ya? Reruntuhan Kota Ephesus Kota Tua Ephesus (Efes dalam bahasa Turki)...

Read More

Mengecap Keindahan Kota Pergamon dan Kusadasi

Kusadasi adalah persinggahan kami selanjutnya setelah malam melahap kami dalam nyenyak. Perjalanan menuju Kusadasi cukup lama, sekitar tujuh jam. Setara perjalanan Jogja-Kediri. Tentu saja kami beristirahat di beberapa pemberhentian. Dan pemberhentian pertama kami adalah sebuah kedai shop yang menjajakan minyak zaitun di Pergamon. Keindahan Kota Pergamon Selama perjalanan dari Canakkale menuju Pergamon ada suguhan pemandangan alam yang berbeda dari alam Indonesia. Tapi skenarinya tidak mengalahkan skenari Indonesia. Yang membedakan adalah perkebunan zaitun di sepanjang jalan. Memang, Pergamon adalah pemasok minyak zaitun terbaik di Turki. Dan kita tahu manfaat minyak zaitun bagi kecantikan dan kesehatan. Ada kategori kualitas minyak zaitun....

Read More
  • 1
  • 2

Recent Tweets