Category: Siapa Dia?

Imam Ghazali: Hujjatul Islam

Al-Imam al-Ghazali lahir pada tahun 1058 M di kota Ghazal, Persia. Nama lengkap beliau adalah Muhammad bin Muhammad al-Ghazali. Di kota kelahirannya yang menjadi salah satu pusat pengetahuan itu, al-Ghazali mulai menuntut ilmu dari para ulama ternama yang ada di sana. Dengan kepandaian dan kecerdasan yang dimilikinya, dalam usia yang masih sangat muda, al-Ghazali sudah dikenal alim dalam persoalan agama. Hal itulah yang kemudian membuat al-Imam al-Haramain al-Juwaini, yang pada masa itu menjadi guru besar di Universitas Nizhamiyah, memberikan kepercayaan kepada al-Ghazali untuk membantunya mengajar di sana. Tak lama berselang, beliau bahkan menggantikan al-Imam al-Haramain memimpin perguruan yang banyak...

Read More

Ahmad Dhani, Antitesa Dewa19

Dewa19 bukanlah Ahmad Dhani. Apalagi menyebut Ahmad Dhani adalah Dewa 19. Ahmad Dhani hanyalah bagian kecil dari Dewa 19. Superioritas yang melekat pada Dhani membuat Dewa 19 kehilangan pamornya. Entah mengapa, saya masih menandang Dhani sebagai penyebab mandeg-nya produktifitas Dewa19. Salah satunya adalah ekspresi Dhani yang tidak populer yang membuat band ini lenyap. Padahal, syair-syair Dewa 19 penuh dengan nilai cinta, kedamaian, sufistik, dan ke-Indonesia-an. Dan Dhani menjadi antitesa dari band yang diusungnya sendiri. Saya sedih ketika melihat statemen-statemennya yang tak lagi mencerminkan lirik-lirik yang dulu ia nyanyikan. Maksud saya yang bersama Dewa 19, bukan yang solo. Kesedihan saya...

Read More

Perjumpaan Ibn Rushdi dan Ibn Arabi (Bag.2-Habis)

Said Khumaisi dalam sebuah artikel berjudul liqa’ Ibn Arabi wa Ibn Rushdi wa Mujaz Alaqah al-Kasyf wa al-Aql, memberikan penjelasan mengenai jawaban “misterius” Ibn Arabi atas pertanyaan Ibn Rushdi di atas. (Baca: Perjumpaan Ibn Rushdi dan Ibn Arabi (Bag.1) Ia mengatakan: Makna dari “ya” dan “tidak” yang merupakan jawaban Ibn Arabi di atas adalah bahwa akal memberikan sebuah pengetahuan sebagaimana penyingkapan (al-kasyf). Akan tetapi pengetahuan tersebut memiliki batas. Batasan ini merupakan titik akhir dari pengetahuan akal. Kesimpulannya, bahwa selama akal dalam bentuk kegiatan berpikirnya ia adakalanya menjawab “ya” atau adakalanya akan mengatakan “tidak”. Sedangkan mata hati terdalam akan mengatakan...

Read More

Perjumpaan Ibn Rushdi dan Ibn Arabi (Bag.1)

Dalam sejarah pemikiran Islam (terutama bagian Barat, baca: Andalusia atau Spanyol), disiplin ilmu tasawuf dan filsafat memiliki hubungan yang cukup unik. Hal tersebut bukanlah sesuatu yang mengejutkan. Mengingat di daerah tersebut pernah muncul dua tokoh besar yang memiliki kapasitas keilmuan dalam dua bidang ilmu tersebut. Ya, siapa yang tak mengenal sosok filsuf besar Ibnu Rushdi sebagai representasi dari ahli filsafat Islam. Dan Syeikhul Akbar Ibnu Arabi sebagai sufi agung bahkan konon terbesar dalam sepanjang sejarah di Andalusia. Pemikiran serta karya-karya dari kedua tokoh besar umat Islam ini dari dahulu telah menarik perhatian para sarjana dan akademisi. Baik sarjana muslim...

Read More

Recent Tweets