Tag: Puisi

TELEPON GENGGAM

Di pesta pernikahan temannya ia berkenalan dengan perempuan yang kebetulan menghampirinya. Mata mengincar mata, merangkum ruang. Rasanya kita pernah bertemu. Di mana ya? Kapan ya? Mata: kristal waktu yang tembus pandang. Di tengah hingar mereka berjabat tangan, berdebar-debar, bertukar nama dan nomor, menyimpannya ke telepon genggam, lalu saling janji: Nanti kontak saya ya. Sungguh lho. Awas kalau tidak. Pulang dari pesta, ia mulai memperlihatkan tanda-tanda sakit jiwa. Jas yang seharusnya dilepas malah dirapikan. Celana yang seharusnya dicopot malah dikencangkan. Ingin ke kamar tidur, tahu-tahu sudah di kamar mandi. Mau bilang jauh di mata, eh keliru dekat di hati. Masih...

Read More

Ya Rasulullah, Datanglah Kepada Kami

Ya Rasulallöh, Ya habiballöh Sudikah kiranya Engkau tunjukkan wajahmu yang teduh itu kepada ummatmu ini yang semakin hari semakin gemar bertikai memperebutkan kebenaran atas ajaran yang Engkau sampaikan ribuan tahun silam agar turut teduh wajah kami damai hati kami lembut suara kami Ya Rasulallöh, Ya Habiballöh Adakah tanda-tanda kemenangan bagi kami dalam berjihad melawan hafwa nafsu kami sendiri sementara dua pusaka yang Engkau wariskan kepada kami tak lebih hanya menjadi hiasan dinding di ruang tamu yang mengundang decak kagum yang datang berkunjung potongan kitab sucimu diukir menjadi kaligrafi dengan bingkai kayu pilihan sunnahmu ditenggak-tegakkan padahal ia semakin miring dan...

Read More

Recent Tweets