Tag: Ngeblog

Davina Cahya yang Akrab dengan Kemarau

Davina Cahya, anakku yang lahir pada musim kemarau, akan merayakan ulangtahunnya pada musim kemarau pula. Sudah sebulan langit tak kunjungan membasahi bumi dengan berkahnya. Pohon cabe dan luncang yang baru kami tanam layu dan mati. Untung bibit kelengkeng dan mangganya masih kokoh berdiri. Pada hari kelahiran Vina, sumur rumah kami tak mampu mengaliri pipa air setelah sepuluh menit sejak dinyalakan. Suara mesin menjadi nyaring karena tak ada yang disedot. Tandon air dan bak mandi pun tak pernah terisi penuh. Untuk mandi kami harus ngirit-ngirit. Apalagi untuk mencuci popok ompolan Vina. Tidak bisa begini terus. Ukuran rumah kami hanya sejengkal....

Read More

Ketika Mojok Reinkarnasi Dingkelik justru Mati Suri

Tak habis pikir kenapa mojok bisa mendapatkan tempat di hati masyarakat Indonesia. Reinkarnasinya di awal Ramadan kemarin membuat banyak orang bahagia. Sedekah mojok untuk anak bangsa. Barangkali makhluk yang paling tidak suka dengan mojok adalah para politisi kenthir yang sering dijadikan parodi oleh para kontributornya. Saya tidak mencintai mojok, hanya suka. Ya sekedar suka. Bahkan tidak setiap hari membacanya. Tetapi kalau dihitung-hitung, saya lebih sering membaca mojok dari pada media mainstream di negara Indonesia ini. Sayangnya, mojok tidak banyak memuat tulisan tentang Raisa dan Isyana. Saya maklum karena mojok bukan media penggosip intertainment. Sebelum ada mojok, untuk mencerdaskan diri...

Read More

Lain di Hati Lain Pula di Bibir

Usai menghabiskan malam bersama kekasihnya kawan saya mampir ke rumah kontrakan. Wajahnya sedikit lusuh, kehabisan tenaga seperti usai bertempur, dan nafasnya kembang kempis menahas galau di hatinya. Setelah meneguk segelas air yang ia ambil sendiri dari dispenser, mulailah ia mengeluh. “Kok pacar saya seperti gak percaya kalau saya mencintainya ya?” Hmm, saya membatin kalau-kalau kawan saya ini baru rehat dari pertempuran. Biarlah dia bercerita sendiri tanpa saya pancing-pancing, makanya saya jawab begini saja: Kalau begitu tinggal bilang kalau kamu mencintainya. “Perhatian saya selama ini apa masih kurang cukup untuk menunjukkan kalau saya mencintainya?” O, rupanya ini masalah ungkapan. Bukan...

Read More

Jalan-jalan ke Reruntuhan Kota Ephesus

Saya membayangkan pakaian ala-ala Yunani Kuno. Putih, diikat pincuk di pundak, bawahan yang lebih mirip rok atau selendang yang diselempangkan begitu saja. Lalu menyisir tempat-tempat dari pelabuhan hingga ke jantung kota Ephesos. Lalu masuk ke gedung “theater 21” menonton pertarungan gladiator atau sekedar menikmati orkestra. Kesan itulah yang muncul saat kami menapaki reruntuhan kota Ephesus ini. Gambaran yang muncul bersamaan dengan penjelasan pemadu tur yang nyerocos pake bahasa Inggris. Juga film-film kolosal dan klasik berlatar belakang Yunani. Terus, kalau mereka berpakaian seperti yang saya bayangkan apa gak dingin ya? Reruntuhan Kota Ephesus Kota Tua Ephesus (Efes dalam bahasa Turki)...

Read More

Mengecap Keindahan Kota Pergamon dan Kusadasi

Kusadasi adalah persinggahan kami selanjutnya setelah malam melahap kami dalam nyenyak. Perjalanan menuju Kusadasi cukup lama, sekitar tujuh jam. Setara perjalanan Jogja-Kediri. Tentu saja kami beristirahat di beberapa pemberhentian. Dan pemberhentian pertama kami adalah sebuah kedai shop yang menjajakan minyak zaitun di Pergamon. Keindahan Kota Pergamon Selama perjalanan dari Canakkale menuju Pergamon ada suguhan pemandangan alam yang berbeda dari alam Indonesia. Tapi skenarinya tidak mengalahkan skenari Indonesia. Yang membedakan adalah perkebunan zaitun di sepanjang jalan. Memang, Pergamon adalah pemasok minyak zaitun terbaik di Turki. Dan kita tahu manfaat minyak zaitun bagi kecantikan dan kesehatan. Ada kategori kualitas minyak zaitun....

Read More

Bertandang ke Troy Ancient City

Selain sejarah kejayaan Islam yang pernah tertoreh, saya mengenal Turki karena sepakbolanya, Galatasaray. Pun, saya bukan bukan penggemar Galatasaray. Dan sejujurnya keduanya bukanlah magnet besar yang menarik saya untuk datang kemari. Tapi nasib berbicara lain karena pada akhirnya menginjakkan kaki di tanah persimpangan Asia dan Eropa ini. Naifnya, ini yang kedua kalinya. Tiga bulan lalu, di awal Desember, minibus putih menyelamatkan kami dari dingin di depan Bandara Attaturk. Manusia beriklim tropis seperti saya terlalu percaya diri menginjakkan kaki di Istanbul hanya dengan bersandal jepit dan jaket. Tapi untuk kali ini saya benar-benar well-prepare, semua dipersiapkan dengan baik, kecuali uang...

Read More

Piknik untuk Menikmati Perjalanan Pulang

Saya masih berkeyakinan bahwa perjalanan adalah “penyingkap”. Orang yang melakukan perjalanan adalah orang menjalani penyingkapan. Disana ia akan menemukan berbagai pengalaman. Suatu pengalaman spiritual dan emosional yang takkan ditemui kalau ia mendekur dalam rumah. Pertemuan-pertemuan tak terduga yang akan menjawab pertanyaan. Bahkan sampai menemukan pertanyaan-pertanyaan atas apa yang selama ini menjadi keyakinan. Begitulah saya. Bagaiaman dengan kamu? Tentu saja kamu boleh percaya, boleh juga tidak. Beberapa waktu lalu saya pergi mengantar istri ke Jawa Timur. Sekalian saya mengambil kesempatan untuk mencoba naik kereta Krakatau, Merak – Kertosono. Setelah tiket kereta tak lagi seharga 49 ribu rupiah, inilah pertama kali...

Read More
  • 1
  • 2

Recent Tweets